Langsung ke konten utama

Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik di Gunung Bromo Sudah Berganti Nama


Setelah acara halal bihalal keluarga besar dari pak suami di Banyuwangi, kami melanjutkan jalan-jalan ke Gunung Bromo.
Ini untuk pertama kalinya aku ke Bromo dan tanpa persiapan. Gak bawa jaket tebal juga. Sempat dipinjemin jaket sama adik ipar, tapi jaketnya ketinggalan di mobil waktu kami sudah berangkat naik Jeep naik ke Bromo. Yaah begitulah aku kedinginan di Bromo hehehe..

Antaranews

Yang ada di benakku waktu ke Bromo adalah Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies. Pasti teman-teman sudah tahu dong kalau 2 nama tempat ini sangat identik dengan Bromo. Tapi tahu gak sih, kala ternyata nama-nama tersebut sudah berubah? 

------------------------------
------------------------------

Sopir Jeep menginformasikan pada kami kalau sekarang namanya bukan bukit Teletubbies lagi, tapi berubah jadi Bukit Watangan. Dan tak hanya bukit Teletubbies saja yang berubah nama, namun ada beberapa tempat lagi yang berubah namanya.


Berikut nama-nama spot wisata Bromo yang diganti dengan bahasa lokal:

1. Bukit Teletubbies menjadi Lembah Watangan

Nama asli ini berasal dari sejarah wilayah tersebut yang dahulu merupakan dataran rendah yang ditumbuhi pepohonan vegetasi asli Tengger. Pohon-pohon di sana sangat terjaga hingga akhirnya roboh dengan sendirinya. Kata "Watangan" merujuk pada banyaknya pohon (watang) yang roboh di lokasi tersebut.

2. Bukit Cinta menjadi Lemah Pasar

Nama Lemah Pasar, yang aslinya adalah Pasar Agung, merujuk pada tempat di mana kebutuhan upacara adat dipenuhi. Spot ini memiliki peran penting dalam kehidupan ritual masyarakat Tengger.

3. Bukit Kingkong menjadi Bukit Kedaluh

Nama Kedaluh berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu "Kada" yang berarti merindukan dan "Luh" yang berarti pemberi hujan atau Dewa Indra. Oleh karena itu, Bukit Kedaluh memiliki makna merindukan pemberi hujan atau Dewa Indra, yang diharapkan membawa kesuburan bagi wilayah Tengger.

4. Pasir Berbisik/Laut Pasir menjadi Pusung Gedhe

Sebenarnya nama asli tempat ini memang Pusung Gedhe, namun lebih populer dengan sebutan Pasir Berbisik sejak dijadikan tempat syuting film Pasir Berbisik yang dibintangi Dian Sastrowardoyo. 
Saat ini Pasir Berbisik telah berganti nama menjadi Pusung Gedhe.

Kenapa ada pergantian nama spot wisata di Bromo?

Pergantian nama spot wisata di Bromo dilakukan dengan tujuan utama untuk melestarikan dan menghormati budaya serta adat istiadat Suku Tengger yang telah hidup dan berkembang di kawasan tersebut selama berabad-abad. 
Dengan digunakannya lagi nama-nama lokal merupakan bagian dari warisan budaya yang kaya dan mengandung nilai-nilai historis yang penting bagi masyarakat Tengger.


Alasan di Balik Pergantian Nama

• Pelestarian Budaya Lokal
Nama-nama asing yang digunakan sebelumnya cenderung mengaburkan identitas dan sejarah asli tempat-tempat tersebut. Mengembalikan nama-nama lokal membantu menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Suku Tengger kepada pengunjung dan generasi mendatang.

• Menghidupkan Kembali Identitas Lokal
Pergantian nama ini juga bertujuan untuk mengembalikan identitas lokal yang mungkin mulai terlupakan karena pengaruh nama-nama yang lebih populer secara komersial. Ini diharapkan dapat memperkuat kebanggaan masyarakat Tengger terhadap warisan budaya mereka.

• Menghormati Warisan Leluhur
Nama-nama asli seperti "Lembah Watangan," "Lemah Pasar," dan "Bukit Kedaluh" memiliki makna yang dalam dan terkait erat dengan tradisi serta kepercayaan masyarakat Tengger. Dengan menggunakan kembali nama-nama ini, masyarakat dan pengelola wisata berupaya menghormati leluhur dan sejarah mereka.

• Edukasi untuk Pengunjung
Dengan menggunakan nama-nama lokal, pengunjung diharapkan dapat belajar lebih banyak tentang sejarah dan budaya Tengger, meningkatkan apresiasi mereka terhadap warisan budaya setempat dan memperdalam pengalaman wisata mereka.

Dilansir dari akun media resmi Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), bahwa perubahan nama spot wisata populer tersebut dilakukan sebagai wujud pelestarian adat dan budaya masyarakat Tengger.

------------------------------
------------------------------

BBTN Bromo Tengger Semeru bersama Romo Dukun Tengger dan Tokoh Masyarakat Tengger, telah bersepakat mengembalikan penamaan spot/lokasi wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang sesuai dengan nama lokal sebagai wujud pelestarian adat dan budaya Tengger.

Kebijakan perubahan nama tersebut sudah dimulai BBTN BTS sejak Agustus 2024. Selain itu pihak BBTNBTS juga membangun papan informasi sebagai petunjuk.


Papan nama yang biasa dikenal dengan Love Hill atau Bukit Cinta telah berganti menjadi Lemah Pasar sejak 18 Oktober 2024. Penggantian ini juga disertai dengan penambahan papan informasi terkait Lemah Pasar dan juga Bukit Kedaluh.
Dengan adanya informasi ini para pengunjung tidak bingung untuk memilih site di sistem booking online wisata gunung Bromo.

Langkah ini menunjukkan komitmen masyarakat dan pengelola kawasan Bromo dalam menjaga kekayaan budaya lokal di tengah arus globalisasi dan komersialisasi pariwisata.

Semoga dengan mengusung jargon Harmoni Konservasi Alam dan Budaya, nilai sejarah dan memiliki kultural historis masyarakat tengger semakin terjaga.



Komentar

  1. Terima kasih infonya. Baru tau bukit Teletubbies ini, terinspirasi dari film anak Teletubbies yang bukitnya mirip di Bromo

    BalasHapus
  2. Wah, keren banget upaya penggantian nama ini. Tapi iya sih yaa, dengan penggunaan istilah yang jauh dari istilah yang telah lahir sejak jaman dahulu akan semakin menjauhkan budaya yang telah ada sejak dulu.

    BalasHapus
  3. Wah dapat langit bagus banget tu kak..Saya ke Bromo Februari lalu dan....hujan hehehe. Saya salut dengan penggantian nama ini, jadi lebih indah saya rasa. Plus mencerminkan kearifan lokal :)

    BalasHapus
  4. Hmm memang bagus ya penggantian nama ini, untuk edukasi dan menghormati warisan leluhur. Kita juga jadi tahu maknanya yang begitu dalam. Tapi tentu saja Bromo-nya tetap cantik ya mbak.

    BalasHapus
  5. Nama-nama semacam Bukit Teletubbies itu sepertinya penamaan spontan oleh penduduk sekitar atau pengunjung. Soalnya di sekitar Garut juga ada tempat yang bernama Bukit Teletubbies juga. Saking tenarnya acara anak-anak itu dulu, jadi tiap melihat bukit bawaannya langsung teringat Teletubbies.

    BalasHapus
  6. mungkin biar lebih akrab terdengar masyarakat Indonesia khususnya Indonesia, padahal dinamain teletubbies juga sebenernya karena mirip yang di filmnya aja ya

    BalasHapus
  7. Bener banget ya, kadang kita nggak sadar kalau tempat-tempat wisata terkenal itu punya cerita panjang dan makna mendalam di balik nama-namanya. Pergantian nama spot wisata di Gunung Bromo ini jelas banget bukan cuma soal perubahan label, tapi lebih tentang menghormati dan melestarikan budaya lokal. Nama-nama seperti Lembah Watangan atau Bukit Kedaluh ini bukan cuma sebutan biasa, tapi mengandung sejarah dan filosofi yang kaya, yang pastinya punya arti mendalam bagi masyarakat Tengger.

    BalasHapus
  8. Sebenarnya nama seperti bukit teletubis sudah tertancap di banyak memori orang² tapi ya kembali lagi kalo dirasa nama mama itu kurang mendukung budaya lokal ya fine kalo disesuaikan

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.

Postingan populer dari blog ini

2nd Giveaway Enny Mamito

Assalamualaikum sahabat blogger, Untuk kedua kalinya aku bikin Giveaway dalam rangka 3 tahun aku ngeblog di blogspot. Sebenarnya Maret kemarin tepat 3 tahun aku ngeblog, tapi karena lagi sok sibuk, jadi tertunda sampai sekarang. Buat sahabat blogger yang mau ikutan, caranya gampang banget : - tentu saja sahabat harus punya blog ya.. - follow blog Pelangiku. Boleh juga via Networked Blogs (gak wajib follow). - buat yang punya akun twitter follow twitterku @enny_bundazidan (gak wajib). - klik Like fanpage Enny Mamito di facebook (gak wajib juga ^_^ ) - buat sebuah postingan pendek (panjang juga boleh) tentang blogku ini. Tulisan berisi postingan favorit di blog ini dan alasannya. Juga jangan lupa saran & kritik untuk kemajuan blog ini yaa.. - alamat peserta/pemenang harus alamat di Indonesia (untuk pengiriman hadiah). - pasang banner 2nd Giveaway Enny Mamito di akhir postingan dan tulisan Yuuk ikutan 2nd Giveaway Enny Mamito , link diarahkan ke postingan ini.

GiveAway Nyam Nyam

Bismilahiromanhirohim.. Memberanikan diri menggelar GiveAway kecil2an bertepatan di hari ulang tahunku yang kee.. kasih tahu gak yaa.. #kumat lebayy haha.. Berhubung aku suka masak kali ini temanya yang berhubungan sama makanan. Syaratnya gampang banget.. 1. Cewek ato cowok boleh ikutan di GA ini. 2. Bikin postingan tentang pengalaman memasakmu yang seru & berkesan. Boleh berkesan karena berhasil ato karena gagal hehe.. 3. Panjang  postingan bebas. Disertakan foto lebih seru & mengundang selera..hhmm.. 4. Tidak menggunakan bahasa alay & tidak mengandung SARA. 5. Dibawah postingan tuliskan "Tulisan ini diikutsertakan dalam "GiveAway Nyam Nyam Enny Mamito" ( link hidup ).

Nasi Tumpang

Tahu nasi tumpang ?.. Nasi tumpang adalah nasi yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang. Sambal tumpang sendiri merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer. Plus ada peyeknya juga..   penampakan nasi tumpang khas kediri

Review Drama Jepang Meet Me After School: Kisah Cinta yang Manis, Rumit, dan Menghangatkan Hati

Mana, nih suaranya penggemar Drama Jepang?  Sudah nonton Meet Me After School? Beberapa hari lalu aku baru menyelesaikan JDrama yang tayang tahun 2018 ini. Walaupun bukan drama baru, tapi Meet Me After School masih asyik untuk ditonton. Meet Me After School atau Chugakusei Nikki adalah salah satu drama yang sempat ramai dibicarakan karena mengangkat tema cinta terlarang antara guru dan murid, namun dikemas dengan cara yang lembut, emosional, dan jauh dari kesan sensasional.  Drama ini menghadirkan perjalanan cinta yang tumbuh perlahan, penuh dilema, tapi tetap hangat di hati. Kalau teman-teman suka drama romantis yang emosinya halus, visualnya cantik, dan punya karakter yang kuat, drama ini wajib masuk daftar tontonan. Cinta yang Tidak Seharusnya, Tapi Sulit Dihindari Meet Me After School bercerita tentang Hijiri Suenaga (Arimura Kasumi), guru baru yang penuh semangat, dan muridnya, Akira Kurosawa (Kenshi Okada), siswa yang pendiam, keras kepala namun sangat peka perasaan . ...

Masa Kecilku

Beberapa hari pengen bikin postingan baru tapi lagi gak ada ide. Plus sakit punggung sampe beberapa hari sakit banget buat duduk & aktivitas lain susah. Alhamdulillah papito termasuk suami siaga tiap pulang kerja masih menyempatkan mijitin punggung istrinya yang cantik ini.. #gubraakkk.. :D Alhasil beberapa hari ini cuma repost aja dari blog lama. Nah sekarang aku pengen cerita masa kecilku aja yaa.. Aku lahir dan menghabiskan masa kecilku di kota Kediri, Jawa Timur. Aku anak bungsu dari empat bersaudara, punya 2 kakak cowok & 1 kakak cewek Terus terang aja deh waktu kecil aku termasuk bandel. Biasa deh anak bontot pengennya dimanja & diperhatiin terus.