Selamat malam, Frans.. Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah di dalam pesawat, yang menerbangkanku ke Canberra. Tahu Canberra kan Frans..hehe.. hhmm ya kita pernah melihatnya di peta waktu itu. Waktu kamu bilang pasti aku akan mendapatkan bea siswa ke Canberra dari kampusku. Lalu kamu menjentik hidungku sambil berkata, "Pastiii kamu bakal berangkat ke Canberra Nin..pastiii..." Ah kamu memang selalu optimis Frans..dan memang itu yang kusuka dari dirimu.. Dan memang benar katamu aku sudah mengantongi tiketnya dan berangkat ke Canberra malam ini. Senang ? iya pasti aku seneng Frans..tapi tak bisa kupungkiri aku berat sekali meninggalkan kota ini. Terutama...aku takut jauh darimu Frans.. Akuu...hhh.. maafkan aku.... Aku harus jujur padamu, Frans.. Tapi janji ya jangan marah padaku..jangan menjauh dariku..