Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fiksi

Rindu Pekat

Aku menghirup kopi yang setengah berasap Teman setia saat rinduku pekat

Buku 5 Detik dan Rasa Rindu

Saya termasuk penggemar puisi. Sejak SD suka menulis & baca puisi. Beberapa kali ikut lomba baca puisi tapi gak pernah menang hehehe...

Tampar Aku Sepi

Tampar aku, sepi.. agar bergurat rindu ini yang mengakar di hati menunggu cinta menepi..

Kejora

Kerlipnya mengerjapkan rasa kilaunya membuatku terpana rinduku bergema melihat kejora..

Tampar Aku Sepi

Lebih Indah Tanpamu

Warna Hatiku

ada banyak warna dalam hatiku kamu mau..?.. kan ku beri kau satu.. agar lebih indah hidupmu

Masih Menunggu

masih menunggu.. di tengah sepiku.. kenapa tak datang lagi.. kenapa tak tampak lagi..

Rindu

Pagi itu aku melihat pelangi.. pelangi sehabis hujan.. yang masih terasa segar.. menyisakan butir hujan di pucuk daun.. lalu mentari pagi mulai menghangat..

Rindu Sendu

Pelangi 'kan Datang

angin menerbangkan daun melayang menggetarkan angin membisikkan cerita menyayat membuat luka

Sebait Sendu

 sendu  mengalun mengalir di rongga hati nyanyian penuhi kalbu meliuk syahdu berderai riak sendu terpercik embun lagu buat suka hatiku..

Melihat Bintang

sedang menatap bintang di langit yang tengah berkelip seperti matamu yang sedang berkedip aiih..genit.. tahukah kamu aku merindukanmu aku menunggumu bawa segunung rindu untukku tumpahkan saat kita bertemu * 'pindahan' dari blogku Coretankoe

Surat Putih untuk Frans

Selamat malam, Frans.. Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah di dalam pesawat, yang menerbangkanku ke Canberra. Tahu Canberra kan Frans..hehe.. hhmm ya kita pernah melihatnya di peta waktu itu. Waktu kamu bilang pasti aku akan mendapatkan bea siswa ke Canberra dari kampusku. Lalu kamu menjentik hidungku sambil berkata, "Pastiii kamu bakal berangkat ke Canberra Nin..pastiii..." Ah kamu memang selalu optimis Frans..dan memang itu yang kusuka dari dirimu.. Dan memang benar katamu aku sudah mengantongi tiketnya dan berangkat ke Canberra malam ini. Senang ? iya pasti aku seneng Frans..tapi tak bisa kupungkiri aku berat sekali meninggalkan kota ini. Terutama...aku takut jauh darimu Frans.. Akuu...hhh.. maafkan aku.... Aku harus jujur padamu, Frans.. Tapi janji ya jangan marah padaku..jangan menjauh dariku..

Kuis Mini : Daun Pandan

DAUN PANDAN Ada panci tempat sayuran   Penuh kuah yang bersantan   Bulan Suci Bulan Ramadhan Penuh berkah dan ampunan DAUN PANDAN Tuang kolak ke dalam wadah Untuk kawan dan handai taulan Yuk kawan tingkatkan amal dan ibadah  Meraih Kemenangan di Hari Lebaran  Pantun ini diikutsertakan dalam Kuis Mini: Daun Pandan berhadiah buku Haji Ngeteng