Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Lukisan Raden Saleh Muncul dalam MV Jin BTS Don't Say You Love Me

Lukisan karya Raden Saleh muncul di MV Jin BTS (Kompas) Tahu gak sih, kalau salah satu anggota BTS, yaitu Jin telah merilis video musik lagu terbarunya Don't Say You Love Me? Tepatnya pada Jumat, 16 Mei 2025 yang lalu. Album mini solo ECHO milik Jin BTS ini berisi 7 lagu, yaitu Don't Say You Love Me, Nothing Without Your Love, Loser feat Yena, Rope It, Journey With the Clouds, Background, dan To the Me of Today. MV Jin BTS (Harian Disway) Kembalinya Jin BTS ke industri musik bukan hanya disambut antusias oleh para ARMY, tetapi juga memicu rasa bangga dari masyarakat Indonesia. Dalam video musik (MV) lagu terbarunya, sosok yang mempunyai nama lengkap Kim Seok-jin ini secara tak terduga menampilkan karya seni legendaris asal Indonesia. ------------------------------ Baca juga: Ternyata 3 Lagu BTS ini Pernah Masuk Playlist NASA misi Perjalanan ke Bulan ------------------------------ Jin yang dalam MV Dont Say You Love Me menggandeng  Shin Se Kyung sebagai model video klip, menampi...

Pabrik Siropen, Pabrik Sirup Peninggalan Belanda di Kota Lama Surabaya

Liburan adalah waktu yang tepat untuk jalan-jalan bareng keluarga atau juga teman-teman. Tak harus merogoh kocek terlalu dalam kalau mau happy selama liburan.  Apalagi buat teman-teman teman suka sama sejarah, arsitektur serta budaya bisa banget untuk berkunjung ke Kota Lama Surabaya. Karena Kota Lama memiliki daya tarik yang memikat pengunjung dan menawarkan kombinasi unik dari sejarah, arsitektur, dan budaya.  Kota Lama Surabaya terletak di jantung kota Surabaya. Tempat ini memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Sebenarnya kawasan ini bermula dari masa kolonial Belanda pada abad ke-19. Saat Surabaya mulai berkembang pesat sebagai pusat perdagangan serta pelabuhan penting di Indonesia. Kota Lama sebagai saksi bisu dari perkembangan urban yang pesat, dengan berbagai bangunan ikonik mencerminkan kekayaan arsitektur kolonial Belanda. ------------------------------ Baca juga: Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik di Gunung Bromo Sudah Berganti Nama ------------------------------ ...

Gereja Merah Kota Kediri

Gereja Merah atau Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GBIP) Immanuel yang terletak di Jalan KDP Slamet no. 43 Kota Kediri bukan sekedar tempat ibadah. Gereja peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang diresmikan pada tahun 1905 (sesuai prasasti berbahasa Belanda yang tertempel di dinding bangunan), sudah menjadi cagar budaya nasional.

Mengupas Sejarah, Mistis & Mitos di Pulau Jawa Bersama Kisah Tanah Jawa

sumber: Channel Youtube KTJ Teman-teman yang berteman denganku di Facebook atau Twitter pasti tahu kalau aku sering share video Kisah Tanah Jawa di akunku. Beberapa temanku sempat bilang, Enny ki senengane horor-horor ae! Hahaha.. Gak juga, sih. Sebenarmya aku termasuk penakut. Lha aku nonton Kisah Tanah Jawa aja beraninya siang hari. Padahal sebenarnya Kisah Tanah Jawa gak melulu soal horor tapi juga mengupas sejarah suatu tempat atau cerita yang belum banyak diketahui publik.

Wayang Kulit

Aku sebenarnya bukan penggemar berat wayang kulit, tapi hanya sekedar tahu beberapa nama tokoh wayangnya saja. Karena dulu waktu kecil ibuku juga pernah bercerita tentang wayang. Ada Arjuna, Bima, Gatotkaca, Semar, Hanoman, Petruk, Gareng, Sengkuni. .Hhmm.. siapa lagi ya? Entahlah yang kutahu cuma itu saja hehe.. Tapi karena suamiku suka banget wayang kulit, bahkan kadang dibela-belain sampai pagi nonton wayang apalagi kalau dalangnya Ki Manteb atau Ki Anom. Pikirku apa menariknya sih? Hingga aku penasaran pernah nemenin suamiku nonton wayang di tv lewat tengah malam. Dan ternyata setelah tahu tokoh-tokoh dan ceritanya bagus lho, bahkan di setiap cerita ada pesan moral yang disampaikan. Hayooo sudah pernah nonton wayang kulit belum? Masih belum tertarik nonton wayang kulit? Nih aku bagi info tentang wayang kulit,semoga setelah baca jadi suka wayang kulit ya.. :)

Candi Tikus

Candi tikus terletak di dukuh Dinuk Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini berukuran 29,5X28,25 meter dan tinggi keseluruhan 5,2 meter. Nama candi tikus diambil dari sejarah penemuannya yang ketika itu pertama kali ditemukan di sana ditemukan banyak sekali tikus, dan hama tikus ini menyerang pertanian desa di sekitarnya. Pertama kali ditemukan pada tahun 1914 kemudian baru dilakukan pemugaran pada tahun 1983-1986.