Langsung ke konten utama

Tips Menghadapi Anak yang Suka Mengumpat

Orangtua merasa senang dan bangga kalau anaknya mahir berbicara dan berani mengungkapkan emosinya. Namun, perasaan positif ini dapat menjadi negatif seketika ketika si kecil merespons sikap dan ucapan orang tua dengan bantahan bahkan mengumpat.

Sebaiknya, orang tua tak terpancing dengan bantahan anak melalui sikap dan ucapan kasar yang keluar begitu saja dari mulutnya. Misalnya, saat ibu mengajak anak tidur, ia tiba-tiba berkata, "Ih, bawel."

Jane Nelsen, penulis buku Positive Disciplin memaparkan anak yang membalas ucapan orangtua dengan kata-kata atau ungkapan kasar sebenarnya ia sedang mengekspresikan kemarahan, frustasi, ketakutan atau rasa sakit.
"Orang tua harus mengajarkan anak untuk mengungkapkan emosinya dengan cara yang lebih baik," sarannya.

Jangan terpancing.
Bereaksilah sewajarnya saat anak membalas ucapan ayah atau ibu dengan cara yang tak sopan. Cara terbaik yang bisa dilakukan orangtua terhadap anaknya adalah dengan mengajarkannya bersikap menghargai orang lain. Ajari anak mengenai bagaimana cara berbicara yang baik. Jangan pernah membalas ucapan kasar anak. Bagaimana pun anak mencontoh dari orang lain di sekitarnya, terutama orangtuanya.

Tak ada kompromi.
Jangan membiarkan si kecil berbicara dengan nada atau kata-kata yang buruk. Jika ia tak sengaja mengucapkan kata kasar saat sedang bermain games bersama orang tua misalnya, segera ingatkan dia. Bilang kepadanya, ibu tak mau melanjutkan permainan jika si kecil bicara kasar lagi. Jika anak masih saja bicara buruk, segera hentikan permainan. Tinggalkan si kecil, dan katakan kepadanya bahwa ibu hanya mau bicara padanya kalau ia sudah siap bersikap baik.

Nah, jika hal ini terjadi di depan umum, upayakan untuk tidak mengintimidasinya. Perlahan dan dengan tenang beritahu anak bahwa ucapannya tak baik. Ajak anak ke tempat yang tenang, dan katakan padanya, jika ia mengulangi hal tersebut maka ia harus siap menerima konsekuensinya. Misalnya, tak boleh menonton acara TV favoritnya.

Terapkan aturan.
Pastikan anak memahami apa yang boleh dan tidak boleh diucapkan, dan pada saat kapan. Berikan si kecil penjelasan, mengapa ayah dan ibu menerapkan aturan tersebut. Sehingga si kecil dapat memahami aturan yang ada dalam keluarganya. Jelaskan juga padanya, tak semua isi pikiran dapat diungkapkan sesuka hati.

"Penting untuk membuat batasan dan konsisten menjalaninya," kata psikolog klinis, Wade Horn.

Komunikasi.
Tunjukkan perhatian orang tua dengan mengatakan kepada si kecil bahwa ayah dan ibu memahami perasaannya, meski tak menyetujui caranya mengungkapkan emosi.

Bangunlah komunikasi dengan si kecil, ajak ia mengungkapkan alasan di balik kata-kata kasar yang diucapkannya. Ajak si kecil belajar menjelaskan perasaan atau emosinya, bukan dengan mengumpat.

Sebaiknya mulailah percakapan setelah temperamen anak mereda. Libatkan anak untuk mencari tahu bagaimana seharusnya ia bersikap saat merasa emosi dengan sesuatu, bukan dengan mengumpat.

Fokus pada solusi
Telusuri lebih jauh mengapa si kecil bersikap atau berkata kasar kepada orang tua. Ia pasti punya alasan di baliknya. Bisa jadi cara ayah dan ibu memperlakukannya membuatnya emosi dan menyimpan kemarahan.

Misalnya saat ia sedang mengerjakan tugasnya membersihkan mainannya, ibu selalu bertanya apakah ia sudah menyelesaikan tugasnya, setiap beberapa menit. Adalah tugas orangtua untuk mencari solusi bersama, agar tercipta harmoni dengan sikap saling menghargai.

Selamat mencoba :)


*sumber: kompas.com


Komentar

  1. Bagus banget nih bund infonya,... Dzaky anakku sih enggak sampai mengumpat cuma kadang dia suka bicara dengan teriak2.. Semoga bisa dipraktekin langsung.. ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.

Postingan populer dari blog ini

2nd Giveaway Enny Mamito

Assalamualaikum sahabat blogger, Untuk kedua kalinya aku bikin Giveaway dalam rangka 3 tahun aku ngeblog di blogspot. Sebenarnya Maret kemarin tepat 3 tahun aku ngeblog, tapi karena lagi sok sibuk, jadi tertunda sampai sekarang. Buat sahabat blogger yang mau ikutan, caranya gampang banget : - tentu saja sahabat harus punya blog ya.. - follow blog Pelangiku. Boleh juga via Networked Blogs (gak wajib follow). - buat yang punya akun twitter follow twitterku @enny_bundazidan (gak wajib). - klik Like fanpage Enny Mamito di facebook (gak wajib juga ^_^ ) - buat sebuah postingan pendek (panjang juga boleh) tentang blogku ini. Tulisan berisi postingan favorit di blog ini dan alasannya. Juga jangan lupa saran & kritik untuk kemajuan blog ini yaa.. - alamat peserta/pemenang harus alamat di Indonesia (untuk pengiriman hadiah). - pasang banner 2nd Giveaway Enny Mamito di akhir postingan dan tulisan Yuuk ikutan 2nd Giveaway Enny Mamito , link diarahkan ke postingan ini.

GiveAway Nyam Nyam

Bismilahiromanhirohim.. Memberanikan diri menggelar GiveAway kecil2an bertepatan di hari ulang tahunku yang kee.. kasih tahu gak yaa.. #kumat lebayy haha.. Berhubung aku suka masak kali ini temanya yang berhubungan sama makanan. Syaratnya gampang banget.. 1. Cewek ato cowok boleh ikutan di GA ini. 2. Bikin postingan tentang pengalaman memasakmu yang seru & berkesan. Boleh berkesan karena berhasil ato karena gagal hehe.. 3. Panjang  postingan bebas. Disertakan foto lebih seru & mengundang selera..hhmm.. 4. Tidak menggunakan bahasa alay & tidak mengandung SARA. 5. Dibawah postingan tuliskan "Tulisan ini diikutsertakan dalam "GiveAway Nyam Nyam Enny Mamito" ( link hidup ).

Nasi Tumpang

Tahu nasi tumpang ?.. Nasi tumpang adalah nasi yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang. Sambal tumpang sendiri merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer. Plus ada peyeknya juga..   penampakan nasi tumpang khas kediri

Review Drama Jepang Meet Me After School: Kisah Cinta yang Manis, Rumit, dan Menghangatkan Hati

Mana, nih suaranya penggemar Drama Jepang?  Sudah nonton Meet Me After School? Beberapa hari lalu aku baru menyelesaikan JDrama yang tayang tahun 2018 ini. Walaupun bukan drama baru, tapi Meet Me After School masih asyik untuk ditonton. Meet Me After School atau Chugakusei Nikki adalah salah satu drama yang sempat ramai dibicarakan karena mengangkat tema cinta terlarang antara guru dan murid, namun dikemas dengan cara yang lembut, emosional, dan jauh dari kesan sensasional.  Drama ini menghadirkan perjalanan cinta yang tumbuh perlahan, penuh dilema, tapi tetap hangat di hati. Kalau teman-teman suka drama romantis yang emosinya halus, visualnya cantik, dan punya karakter yang kuat, drama ini wajib masuk daftar tontonan. Cinta yang Tidak Seharusnya, Tapi Sulit Dihindari Meet Me After School bercerita tentang Hijiri Suenaga (Arimura Kasumi), guru baru yang penuh semangat, dan muridnya, Akira Kurosawa (Kenshi Okada), siswa yang pendiam, keras kepala namun sangat peka perasaan . ...

Masa Kecilku

Beberapa hari pengen bikin postingan baru tapi lagi gak ada ide. Plus sakit punggung sampe beberapa hari sakit banget buat duduk & aktivitas lain susah. Alhamdulillah papito termasuk suami siaga tiap pulang kerja masih menyempatkan mijitin punggung istrinya yang cantik ini.. #gubraakkk.. :D Alhasil beberapa hari ini cuma repost aja dari blog lama. Nah sekarang aku pengen cerita masa kecilku aja yaa.. Aku lahir dan menghabiskan masa kecilku di kota Kediri, Jawa Timur. Aku anak bungsu dari empat bersaudara, punya 2 kakak cowok & 1 kakak cewek Terus terang aja deh waktu kecil aku termasuk bandel. Biasa deh anak bontot pengennya dimanja & diperhatiin terus.