Tips Memilih Sekolah Untuk Anak



sumber foto: Dreamstime.com

Ada banyak pertimbangan memilih sekolah untuk anak, karena orang tua pasti ingin memilih sekolah yang terbaik untuk anaknya. Mungkin juga setiap orang tua punya kriteria yang berbeda dalam memilih sekolah yang ideal. Bagi orang tua A memilih sekolah negeri akan lebih baik, tetapi bagi orang tua B menyekolahkan anaknya di sekolah swasta jauh lebih baik. Itu hanya tergantung kebutuhan dan selera saja menurut saya. Karena ya itu tadi orang tua punya standart yang berbeda-beda dalam memilih sekolah. Jadi kalau sampai ada "pertengkaran" sesama orang tua karena debat memilih sekolah yang baik untuk anaknya itu sangat disayangkan. Patokan tiap orang beda-beda kan ya ;)


Berikut tips ala saya dalam memilih sekolah untuk anak;

1. Kualitas sekolah yang baik sesuai kriteria.

Dalam memilih sekolah tentu saja kita ingin mendapatkan sekolah yang kualitasnya baik, trus gimana caranya tahu sekolah itu bagus?

- kita bisa melihat visi misi sekolah itu, karena visi misi akan menentukan kurikulum yang digunakan. Sesuaikah visi misi sekolah tersebut dengan pandangan pendidikan di keluarga dan harapan orang tua?


- Pertimbangan sekolah bagus dengan tenaga pengajar yang bagus juga. Karena guru adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak. Bila anak merasa nyaman di sekolah program belajar di sekolah juga jadi lancar dan menyenangkan.


- Perhatikan juga kondisi sekolah dan lingkungan sekitarnya, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana sekolah. Apakah cukup untuk mendukung proses belajar-mengajar yang baik & menyenangkan untuk anak?


- Pilih sekolah yang jaraknya jangan terlalu jauh dari rumah. Kalau terlalu jauh kasihan anak, sampai sekolah bisa kelelahan dan tidak semangat belajar.


- Yang sangat penting adalah perhitungkan juga kemampuan finansial kita untuk membayar biaya pendidkan anak. 


2. Ada beberapa hal sederhana (tetapi sangat penting) pula yang perlu diperhatikan dalam memilih sekolah (tips ini saya dapat dari halaman parenting Ayah Edi). 


- Saat kita datang ke sekolah dan bertanya informasi apakah kita disambut dengan baik, ramah, dijelaskan dengan sabar, atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham dan dipimpong kesana kemari.

Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita disekolah.

- Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitment pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat-syarat administrasi pendaftaran dan biaya-biaya yang harus di bayarkan ?
Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keuangan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya. Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

- Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.
Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak permen yang disisipi narkoba (seperti berita2 investigasi di tv).

- Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak-anak istirahat dan makan disana. Perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya, dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge gank" dan tidak membaur saat makan.
Jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.

- Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya, apa bila toiletnya kotor dan bau? Jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

Semoga bermanfaat :)


3 komentar:

  1. Saya sih enggak sampai lihat toilet. Secara umum saja, kalau dari masyarakat luas tidak ada keluhan artinya bisa direkomendasikan.

    Terima kasih ulasannya

    BalasHapus
  2. Setuju semua dengan point-pointnya, baru aja tadi pagi aku diskusi dengan teman yang akan masukin anaknya ke SD dan dy urung ga masukin ke sekolah yang pas ditanya bagaimana2nya ga dijawab hanya memberikan selebaran brosur, agak kesel emang digituin hehhee

    noted buat aku nih next milihin sekolah tahun depan :)

    BalasHapus
  3. ciri2 ibu solehah ni^^ done follow.. senang bisa blogwalking dsini..

    BalasHapus

* Komentar yang mengandung unsur SARA, provokasi, judi & pornoaksi tidak akan ditampilkan.
Terimakasih sudah memberikan komentar yang baik :)