Ada kalanya kita merasa sudah terlalu tua untuk belajar sesuatu yang baru.
“Sudah umur segini, masih mau belajar?”
“Memangnya masih bisa?”
Pertanyaan seperti itu mungkin pernah terlintas di benak banyak perempuan. Terlebih ketika usia bertambah, kesibukan semakin banyak, dan perhatian lebih banyak tercurah untuk keluarga.
Padahal, perempuan tidak pernah terlambat untuk belajar.
Belajar tidak memiliki batas usia. Kita tidak harus kembali ke bangku sekolah atau mendapatkan gelar baru untuk disebut sedang belajar. Membaca buku, mengikuti kursus, belajar menggunakan teknologi, mencoba keterampilan baru, bahkan belajar memahami diri sendiri juga merupakan bagian dari proses belajar.
Belajar Tidak Berhenti Setelah Lulus Sekolah
Kita sering menganggap pendidikan selesai ketika sudah mendapatkan ijazah.
Setelah lulus sekolah atau kuliah, kita bekerja, menikah, mengurus rumah tangga, membesarkan anak, dan menjalani berbagai peran dalam kehidupan.
Tanpa sadar, rutinitas membuat kita berhenti bertanya:
“Apa lagi yang ingin aku pelajari?”
Padahal kehidupan terus berubah.
Teknologi berkembang. Cara bekerja berubah. Informasi semakin mudah didapatkan. Hal-hal yang dulu tidak kita kenal sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itulah, belajar sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai.
Karena itulah, belajar sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai.
Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai
Mungkin saat usia masih muda kita punya banyak kesempatan untuk belajar, tetapi belum tahu apa yang ingin kita lakukan.
Ketika usia bertambah, kita justru mulai mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
Kita tahu apa yang kita sukai. Kita tahu kemampuan yang ingin dikembangkan. Kita juga mulai memahami hal-hal yang selama ini ingin kita coba tetapi selalu tertunda.
Jadi, kalau hari ini seorang perempuan berusia 40, 50, bahkan 60 tahun ingin belajar sesuatu yang baru, mengapa tidak?
Tidak perlu membandingkan diri dengan mereka yang sudah memulainya sejak muda.
Setiap orang memiliki waktunya sendiri.
Lebih baik memulai sekarang daripada terus menunggu sampai akhirnya tidak pernah mencoba sama sekali.
Belajar di Usia Dewasa Memang Berbeda
Belajar ketika sudah dewasa mungkin tidak sama dengan ketika kita masih sekolah.
Dulu kita belajar karena ada tugas, ujian, atau tuntutan dari orang tua dan sekolah.
Sekarang kita bisa belajar karena memang ingin.
Ingin bisa membuat konten.
Ingin belajar menulis.
Ingin memahami media sosial.
Ingin belajar menggunakan aplikasi baru.
Ingin membuka usaha kecil-kecilan.
Ingin belajar bahasa asing.
Atau mungkin sekadar ingin membaca buku dan memahami sesuatu yang selama ini membuat penasaran.
Tidak harus besar.
Satu pengetahuan baru yang kita dapatkan hari ini tetap merupakan sebuah kemajuan.
Perempuan Boleh Punya Ruang untuk Bertumbuh
Menjadi istri dan ibu bukan berarti seorang perempuan harus berhenti berkembang.
Kita boleh mencintai keluarga sekaligus tetap memiliki mimpi.
Kita boleh sibuk mengurus rumah tetapi tetap menyediakan waktu untuk membaca.
Kita boleh menjadi ibu rumah tangga sekaligus belajar keterampilan yang mungkin suatu hari bisa menjadi pekerjaan atau sumber penghasilan.
Kita juga boleh memiliki kehidupan yang terus bertumbuh meskipun usia tidak lagi muda.
Karena menjadi perempuan bukan hanya tentang menjalankan peran untuk orang lain. Kita juga tetap memiliki diri sendiri yang perlu dirawat dan dikembangkan.
Belajar Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
Kadang kita membayangkan belajar harus membutuhkan banyak waktu dan biaya.
Padahal tidak selalu demikian.
Kita bisa memulainya dari 15–30 menit sehari.
Membaca beberapa halaman buku.
Menonton video pembelajaran.
Mencoba aplikasi baru.
Mengikuti kelas gratis.
Mencatat sesuatu yang baru kita pahami.
Bahkan bertanya kepada orang lain yang lebih memahami suatu hal juga merupakan proses belajar.
Yang terpenting bukan seberapa cepat kita menguasainya, tetapi kemauan untuk terus mencoba.
Jangan Takut Merasa “Ketinggalan”
Salah satu hal yang sering membuat perempuan dewasa ragu untuk belajar adalah perasaan bahwa dirinya sudah tertinggal jauh.
Melihat orang lain sudah mahir menggunakan teknologi, sukses menjalankan bisnis, produktif membuat konten, atau memiliki berbagai keterampilan terkadang membuat kita berpikir:
“Kenapa aku baru mulai sekarang?”
Daripada terus memikirkan hal itu, lebih baik bertanya:
“Apa yang bisa aku pelajari mulai hari ini?”
Kita tidak perlu mengejar kehidupan orang lain.
Kita hanya perlu menjadi sedikit lebih baik dibanding diri kita yang kemarin.
Pendidikan dan Belajar Membuat Perempuan Terus Bertumbuh
Pendidikan memberikan pengetahuan, tetapi proses belajar membuat kita terus bertumbuh.
Dengan belajar, kita menjadi lebih terbuka terhadap perubahan. Kita lebih percaya diri menghadapi hal-hal baru dan tidak mudah merasa takut ketika dunia berubah.
Bagi seorang perempuan, pengetahuan juga dapat menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.
Itulah sebabnya pentingnya pendidikan bagi perempuan tidak berhenti ketika seseorang sudah menyelesaikan sekolah atau kuliah.
Belajar dapat berlangsung sepanjang hidup.
Tidak Harus Menunggu Momen yang Tepat
Sering kali kita mengatakan:
“Nanti kalau anak sudah besar.”
“Nanti kalau punya waktu.”
“Nanti kalau keadaan sudah lebih baik.”
“Nanti kalau sudah tidak sibuk.”
Masalahnya, “nanti” bisa berlangsung sangat lama.
Kalau ada sesuatu yang ingin dipelajari, mungkin kita tidak perlu menunggu semuanya sempurna.
Mulailah dari apa yang ada.
Mulailah dari kemampuan yang kita punya.
Mulailah dari waktu yang tersedia.
Tidak perlu langsung hebat.
Yang penting mulai.
Perempuan Tidak Pernah Terlambat untuk Belajar
Pada akhirnya, belajar bukan tentang usia.
Bukan tentang siapa yang lebih cepat.
Bukan juga tentang siapa yang paling banyak memiliki gelar.
Belajar adalah tentang keinginan untuk terus tumbuh dan membuka diri terhadap hal-hal baru.
Jadi, kalau hari ini kamu merasa ingin belajar sesuatu, jangan terlalu sibuk memikirkan apakah kamu sudah terlambat.
Barangkali memang waktunya baru sekarang.
Dan tidak apa-apa.
Karena setiap perempuan memiliki perjalanan masing-masing.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar, selama kita masih memiliki keinginan untuk mencoba.
Mungkin kita tidak bisa kembali menjadi perempuan berusia 20 tahun.
Tetapi kita masih bisa menjadi perempuan berusia 40, 50, atau 60 tahun yang terus belajar, terus bertumbuh, dan tetap memiliki rasa ingin tahu terhadap kehidupan.
Dan menurutku, itu adalah salah satu bentuk keberanian yang indah.



0 comments
Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.