"Kita tidak akan menjadi lebih bersinar hanya karena berhasil meredupkan cahaya perempuan lain. Justru ketika kita saling menerangi, dunia akan menjadi lebih indah."
Beberapa waktu terakhir, aku sering memperhatikan satu hal. Baik di kehidupan sehari-hari maupun di media sosial, tidak sedikit perempuan yang justru lebih mudah mengomentari, membandingkan, bahkan menjatuhkan perempuan lain.
Ada yang mengomentari penampilan. Ada yang meremehkan usaha kecil yang baru dirintis. Ada pula yang sinis ketika melihat perempuan lain berhasil meraih impiannya.
Jujur, aku sering bertanya dalam hati, mengapa kita begitu sulit ikut bahagia melihat perempuan lain bersinar?
Padahal hidup sudah cukup penuh tantangan. Mengapa kita masih harus saling menjatuhkan?
Aku menulis artikel ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Sebaliknya, tulisan ini menjadi pengingat untuk diriku sendiri bahwa kita selalu punya pilihan: menjadi perempuan yang saling menjatuhkan atau menjadi perempuan yang saling menguatkan.
Ketika Perempuan Merasa Harus Bersaing
Menurutku, tidak ada perempuan yang terlahir untuk saling membenci. Banyak sikap negatif justru lahir dari rasa tidak percaya diri, pengalaman hidup, atau kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Media sosial juga sering membuat kita lupa bahwa yang kita lihat hanyalah potongan-potongan terbaik dari kehidupan seseorang.
Saat melihat orang lain sukses, memiliki bisnis yang berkembang, keluarga yang terlihat harmonis, atau karier yang terus naik, tanpa sadar kita mulai bertanya, "Kenapa hidupku belum seperti itu?"
Kalau perasaan itu tidak dikelola, rasa kagum bisa berubah menjadi iri. Dan iri hati sering kali muncul dalam bentuk komentar yang menyakitkan atau sikap yang meremehkan.
Padahal, kesuksesan perempuan lain tidak pernah mengurangi kesempatan kita untuk sukses juga.
Woman Support Woman, Lebih dari Sekadar Tren
Belakangan ini istilah woman support woman semakin sering terdengar. Sayangnya, menurutku maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar menuliskannya sebagai caption di media sosial.
Woman support woman berarti sesama perempuan saling mendukung, saling menghargai, dan saling menguatkan tanpa harus merasa tersaingi.
Bukan berarti kita harus selalu sepakat dalam segala hal. Kita tetap boleh memiliki pendapat yang berbeda. Namun, kita bisa menyampaikannya dengan cara yang baik, tanpa merendahkan atau mempermalukan.
Karena setiap perempuan sedang berjuang dengan ceritanya masing-masing. Ada yang sedang membangun usaha dari nol. Ada yang sedang belajar menjadi ibu. Ada yang sedang berusaha bangkit setelah gagal. Ada pula yang diam-diam sedang berjuang menghadapi masalah yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun.
Aku Pernah Merasakan Indahnya Woman Support Woman
Kalau ada satu hal yang membuatku tetap bertahan di dunia blogging hingga hari ini, salah satunya adalah karena aku bertemu banyak perempuan hebat.
Sudah lebih dari belasan tahun aku menjadi blogger. Selama perjalanan itu, aku mengenal banyak perempuan yang tidak pelit berbagi ilmu, saling menyemangati, bahkan membuka jalan agar teman-temannya juga bisa berkembang.
Ada yang dengan sabar mengajarkan hal-hal baru. Ada yang membagikan informasi lomba blog atau peluang kerja sama. Ada yang sekadar mengirim pesan singkat, "Wah keren mbak, semangat ya!"
Mungkin bagi mereka itu hal sederhana. Tapi bagiku, dukungan kecil seperti itu sangat berarti.
Pengalaman itu membuatku percaya bahwa woman support woman bukan sekadar slogan. Aku sudah merasakan sendiri bagaimana dukungan dari sesama perempuan bisa membuat seseorang lebih percaya diri untuk terus berkarya.
Karena itu, setiap kali melihat perempuan lain memulai usaha, menulis buku, membangun bisnis, membangun komunitas, atau berani mengejar mimpinya, aku ingin ikut memberikan semangat.
Aku percaya, tidak ada ruginya mendukung perempuan lain. Justru ketika kita saling menguatkan, kita sedang menciptakan lingkungan yang lebih hangat untuk bertumbuh bersama.
Dukungan Kecil Bisa Memberikan Dampak Besar
Aku percaya, menjadi perempuan yang mendukung perempuan lain sebenarnya tidak sulit.
Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana.
Memberikan pujian yang tulus.
• Mengucapkan selamat atas pencapaian teman.
• Membagikan usaha atau karya perempuan lain.
• Tidak ikut bergosip atau menyebarkan komentar negatif.
• Memberikan semangat ketika ada teman yang sedang berada di titik terendah hidupnya.
• Tidak pelit memberi apresiasi.
Mungkin bagi kita itu hanya tindakan kecil. Namun bagi orang lain, dukungan sederhana itu bisa menjadi alasan untuk kembali percaya pada dirinya sendiri.
Aku Ingin Menjadi Perempuan yang Ikut Bersinar Bersama
Semakin bertambah usia, aku justru semakin sadar bahwa hidup bukanlah sebuah perlombaan.
Aku senang melihat semakin banyak perempuan yang berani berkarya, membangun bisnis, menulis, menjadi kreator konten, atau mengejar impian yang selama ini tertunda.
Kalau ada perempuan lain yang berhasil, aku ingin belajar ikut bertepuk tangan.
Karena aku percaya, cahaya orang lain tidak akan membuat cahayaku redup.
Sebaliknya, ketika kita saling mendukung, semakin banyak perempuan yang berani melangkah. Dan bukankah itu jauh lebih indah daripada saling menjatuhkan?
Mari Menjadi Perempuan yang Saling Menguatkan
Kalau hari ini kita bisa memilih antara menghakimi atau memberi semangat, aku berharap kita memilih memberi semangat.
Kalau hari ini kita bisa memilih antara iri atau ikut bahagia, semoga kita belajar untuk ikut merayakan keberhasilan perempuan lain.
Karena dunia ini tidak membutuhkan lebih banyak perempuan yang saling bersaing.
Dunia membutuhkan lebih banyak perempuan yang saling menghargai, saling mendukung, dan saling menguatkan.
Semoga setelah menulis dan membaca tulisan ini, kita tidak lagi sibuk bertanya, "Mengapa dia bisa?", tetapi mulai bertanya, "Apa yang bisa kulakukan untuk ikut mendukungnya?"
Aku percaya, dukungan kecil yang kita berikan mungkin terlihat biasa bagi kita. Namun, bagi orang lain, dukungan itu bisa menjadi alasan untuk kembali percaya pada dirinya sendiri, berani memulai, atau tetap bertahan di tengah perjalanan yang tidak mudah.
Sebagai perempuan, kita sama-sama memiliki cerita, perjuangan, dan luka yang mungkin tidak terlihat. Karena itu, alangkah indahnya jika kita saling merangkul, bukan saling menjatuhkan. Saling memberi ruang untuk bertumbuh, bukan saling berlomba menjadi yang paling hebat.
Aku juga masih terus belajar menjadi perempuan yang mampu ikut bahagia melihat perempuan lain bersinar. Bukan karena aku selalu berhasil melakukannya, tetapi karena aku yakin dunia akan menjadi tempat yang lebih hangat ketika kita memilih saling menguatkan.
Bagiku, cantik bukan hanya tentang penampilan. Cantik adalah tentang hati yang lapang, yang tidak takut melihat perempuan lain sukses, yang tulus memberi apresiasi, dan yang percaya bahwa rezeki, kesempatan, dan kebahagiaan setiap orang sudah memiliki jalannya masing-masing.
Kalau suatu hari nanti ada seseorang yang merasa lebih percaya diri karena dukungan kecil yang kuberikan, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku.
Karena pada akhirnya, perempuan yang saling mendukung akan melahirkan lebih banyak perempuan hebat. Dan dunia selalu membutuhkan lebih banyak kebaikan seperti itu 💜
Bagaimana menurutmu?
Pernahkah kamu merasakan dukungan dari sesama perempuan? Atau justru pernah mengalami pengalaman yang membuatmu merasa dijatuhkan?
Yuk, ceritakan di kolom komentar. Siapa tahu, ceritamu bisa menjadi penguat bagi perempuan lain yang sedang membaca artikel ini.



0 comments
Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.