Langsung ke konten utama

Gereja Merah Kota Kediri

gereja merah kediri

Gereja Merah atau Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GBIP) Immanuel yang terletak di Jalan KDP Slamet no. 43 Kota Kediri bukan sekedar tempat ibadah. Gereja peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang diresmikan pada tahun 1905 (sesuai prasasti berbahasa Belanda yang tertempel di dinding bangunan), sudah menjadi cagar budaya nasional.

gereja merah kota kediri


Pada mulanya gereja yang dibangun pada tanggal 21 Desember 1904 ini berwarna  putih. Namun pada tahun 1969 warnanya diganti merah dan dipertahankan sampai saat ini. Perubahan warna tersebut sama sekali tidak mengubah bangunan gereja yang dibangun oleh JA Broers, pendeta asal Belanda yang diutus mengajarkan agama Kristen Protestan di Kota Kediri. Baru pada tahun 1948 gereja ini diserahkan oleh pemerintah Belanda kepada pengurus gereja asli pribumi.


gereja merah peninggalan sejarah


Selain benda-benda kuno yang merupakan peninggalan pengurus gereja masa lampau, terdapat aset bersejarah yang dimuliakan hingga kini. Yaitu Alkitab berbahasa Belanda yang ditulis pada September 1867. Alkitab ini bahkan berusis lebih tua dari bangunan gereja. Karena berusia tua, Alkitab ini disimpan dalam kotak kaca dan tak bisa disentuh oleh jemaat. Beberapa bagiannya juga sudah sobek karena dimakan usia.


(sumber: cagarbudaya, superradio)

Komentar

  1. Bagus ulasan tempat ibadah dan sejarah ringkasnya

    BalasHapus
  2. Kalo liat gereja merah di Kediri ini, jadi teringat dengan berbagai bangunan historis di Melaka. Sama loh merahnya itu.

    BalasHapus
  3. Baru tau euy saya tempat ibadah juga bisa dijadikan cagar budaya ya
    Mungkin karena unsur sejarahnya kental

    BalasHapus
  4. Jadi masih digunakan untuk ibadah?
    Keren ya?
    Bangunan tempo dulu sangat memperhatikan banyak aspek sehingga awet

    BalasHapus
  5. AKu beberapa kali ke Kediri (ada paman yg tinggal di sana) dan kayaknya sempat nglewatin bangunan ini.

    Di Kediri, banyak bangunan yg ciamik dan punya nilai historis

    BalasHapus
  6. Mbak enny kayaknya harus ada sesi 2 ya, eh boleh gak sih mbak kalau dalamnya itu didokumentasikan? memang ada beberapa cagar budaya gak boleh untuk diambil fotonya, kalau ini boleh gak ya mbak? soalnya aku penasaran ni mbak lihat dalamnya kaya apa, xixixi

    BalasHapus
  7. Suka lihat arsitektur dan warnanya, mirip dengan gereja di Malaka, Malaysia. Khas bangunan Eropa.

    BalasHapus
  8. wah di Kediri ada bangunan ibadah yang jadi cagar budaya nasional ya, keren banget emang liat bangunannya :) penuh nilai historis nih

    BalasHapus
  9. Melihat ini langsung kebayang bangunan-bangunan kuno yang ada di Eropa. Jadi gak heran kalau gereja ini jadi salah satu Bangunan Cagar Budaya. Semoga perawatan dan manajemennya tetap bagus ya Mbak hingga bisa menjadi bangunan warisan budaya.

    BalasHapus
  10. Bagus ya desain arsitektur gedung historis gini, boleh kan ya kita foto di depan? Kalau OOTD di luar gitu harus izinkah?

    BalasHapus
  11. ya ampun bagus banget desain gerejanya.. sekilas pertama melihat saya kira ini bangunan di luar negeri.

    BalasHapus
  12. wooow antik bnaget yaaa gereja ini! Berasa kayak di luar negeri gereja merah Kediri, semoga bisa wisata ke sana, pengen liat sendiri

    BalasHapus
  13. Unik ya gerejanya. Mungil pula. Biasanya gereja warnanya putih, ini merah. Bangunan zaman Belanda yang jadi warisan bangsa. Patut dilestarikan deh yang begini

    BalasHapus
  14. Ringkas dan jelas.. Kebetulan saya suka cerita sejarah..

    BalasHapus
  15. Cantik ya. Meski bangunan kuno tetap masih bisa dipakai ibadah. Sekalian melestarikan peninggalan sejarah.

    BalasHapus
  16. Aku baru tau mbak di Kediri ada gereja merah. Wahh menarik juga ya bangunannya, jadi inget sama gereja merah di Melak Malaysia juga

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.

Postingan populer dari blog ini

2nd Giveaway Enny Mamito

Assalamualaikum sahabat blogger, Untuk kedua kalinya aku bikin Giveaway dalam rangka 3 tahun aku ngeblog di blogspot. Sebenarnya Maret kemarin tepat 3 tahun aku ngeblog, tapi karena lagi sok sibuk, jadi tertunda sampai sekarang. Buat sahabat blogger yang mau ikutan, caranya gampang banget : - tentu saja sahabat harus punya blog ya.. - follow blog Pelangiku. Boleh juga via Networked Blogs (gak wajib follow). - buat yang punya akun twitter follow twitterku @enny_bundazidan (gak wajib). - klik Like fanpage Enny Mamito di facebook (gak wajib juga ^_^ ) - buat sebuah postingan pendek (panjang juga boleh) tentang blogku ini. Tulisan berisi postingan favorit di blog ini dan alasannya. Juga jangan lupa saran & kritik untuk kemajuan blog ini yaa.. - alamat peserta/pemenang harus alamat di Indonesia (untuk pengiriman hadiah). - pasang banner 2nd Giveaway Enny Mamito di akhir postingan dan tulisan Yuuk ikutan 2nd Giveaway Enny Mamito , link diarahkan ke postingan ini.

GiveAway Nyam Nyam

Bismilahiromanhirohim.. Memberanikan diri menggelar GiveAway kecil2an bertepatan di hari ulang tahunku yang kee.. kasih tahu gak yaa.. #kumat lebayy haha.. Berhubung aku suka masak kali ini temanya yang berhubungan sama makanan. Syaratnya gampang banget.. 1. Cewek ato cowok boleh ikutan di GA ini. 2. Bikin postingan tentang pengalaman memasakmu yang seru & berkesan. Boleh berkesan karena berhasil ato karena gagal hehe.. 3. Panjang  postingan bebas. Disertakan foto lebih seru & mengundang selera..hhmm.. 4. Tidak menggunakan bahasa alay & tidak mengandung SARA. 5. Dibawah postingan tuliskan "Tulisan ini diikutsertakan dalam "GiveAway Nyam Nyam Enny Mamito" ( link hidup ).

Nasi Tumpang

Tahu nasi tumpang ?.. Nasi tumpang adalah nasi yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang. Sambal tumpang sendiri merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer. Plus ada peyeknya juga..   penampakan nasi tumpang khas kediri

Review Drama Jepang Meet Me After School: Kisah Cinta yang Manis, Rumit, dan Menghangatkan Hati

Mana, nih suaranya penggemar Drama Jepang?  Sudah nonton Meet Me After School? Beberapa hari lalu aku baru menyelesaikan JDrama yang tayang tahun 2018 ini. Walaupun bukan drama baru, tapi Meet Me After School masih asyik untuk ditonton. Meet Me After School atau Chugakusei Nikki adalah salah satu drama yang sempat ramai dibicarakan karena mengangkat tema cinta terlarang antara guru dan murid, namun dikemas dengan cara yang lembut, emosional, dan jauh dari kesan sensasional.  Drama ini menghadirkan perjalanan cinta yang tumbuh perlahan, penuh dilema, tapi tetap hangat di hati. Kalau teman-teman suka drama romantis yang emosinya halus, visualnya cantik, dan punya karakter yang kuat, drama ini wajib masuk daftar tontonan. Cinta yang Tidak Seharusnya, Tapi Sulit Dihindari Meet Me After School bercerita tentang Hijiri Suenaga (Arimura Kasumi), guru baru yang penuh semangat, dan muridnya, Akira Kurosawa (Kenshi Okada), siswa yang pendiam, keras kepala namun sangat peka perasaan . ...

Masa Kecilku

Beberapa hari pengen bikin postingan baru tapi lagi gak ada ide. Plus sakit punggung sampe beberapa hari sakit banget buat duduk & aktivitas lain susah. Alhamdulillah papito termasuk suami siaga tiap pulang kerja masih menyempatkan mijitin punggung istrinya yang cantik ini.. #gubraakkk.. :D Alhasil beberapa hari ini cuma repost aja dari blog lama. Nah sekarang aku pengen cerita masa kecilku aja yaa.. Aku lahir dan menghabiskan masa kecilku di kota Kediri, Jawa Timur. Aku anak bungsu dari empat bersaudara, punya 2 kakak cowok & 1 kakak cewek Terus terang aja deh waktu kecil aku termasuk bandel. Biasa deh anak bontot pengennya dimanja & diperhatiin terus.