Kenapa Capung Sekarang Jarang Terlihat?

(credit pixabay)

Beberapa hari yang lalu ada capung berukuran agak besar masuk ke dalam rumah. Warnanya kehijauan kombinasi garis hitam tipis. Dia berputar di ruang tamu lalu masuk kamar.
Aku sudah lama banget gak melihat makhluk bersayap transparan ini. Aku sempat mikir, kenapa ya capung sangat jarang terlihat akhir-akhir ini?
Waktu aku kecil capung berseliweran di depan rumah. Bahkan dengan berbagai macam warna & ukuran. Ada yang berwarna oranye menyala, merah, hijau, hitam dan biru. Ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil banget.
Oya di daerahku capung besar disebut bambangerang dan titikiyek untuk capung kecil.
Terus terang saja aku kangen lihat capung berseliweran di sekitar rumah juga jalan-jalan. Dulu capung ada dimana-mana. Sekarang sebulan sekali belum tentu aku bisa melihat capung.

World Dragonglies Association (WDA) atau komunitas pecinta capung internasional yang berpusat di Inggris menyatakan ternyata capung di Indonesia terancam punah.
Padahal di Indonesia terdapat sekitar 700 jenis capung dan 136 jenis diantaranya bisa ditemukan di pulau Jawa.

Lalu kenapa capung sangat langka dan terancam punah?

- Kehidupan capung sangat tergantung perairan yang bersih

Menurut Ketua Indonesia Dragonfly Society (IDS) Wahyu Sigit, catatan dari WDA berdasarkan temuan PBB menyebutkan salah satu faktor penurunan populasi capung adalah kondisi perairan di Indonesia sangat memprihatinkan.
Karena kehidupan capung memang sangat tergantung pada kondisi air dan capung juga merupakan indikator alami kualitas air di lingkungan tersebut. Capung sangat menyukai perairan yang bersih dan sehat.

- Sering terjadi pencurian capung langka di Indonesia

Ternyata percurian dan perdagangan satwa liar ilegal gak cuma menimpa badak, burung cendrawasih, elang dsb. Namun capung yang keberadaannya dikesampingkan pun menjadi incaran perdagangan satwa langka di Internasional.
Capung-capung eksotik dan langka milik Indonesia berpindah tangan ke negara lain tanpa terdeteksi.
Banyak orang datang ke Indonesia dengan izin turis tapi mereka melakukan riset capung sampai membawa sampel capung keluar negeri tanpa izin karena minimnya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap keberadaan capung itu sendiri.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi berkurangnya jumlah capung di Indonesia?

(Salah satu embung di Jawa Timur, credit: Kompas dot com)

Solusi untuk mengatasi berkurangnya jumlah capung di Indonesia adalah dengan memperbaiki kualitas air yang ada di Indonesia, yaitu dengan konservasi air.
Konservasi air merupakan upaya untuk mengatur penyediaan air khususnya saat musim kemarau, juga memperbesar daya simpan air.
Salah satunya adalah dengan membangun embung.
Fyi embung atau cekungan penampung (retention basing) adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau).

Pemerintah saat ini sudah membangun sekitar 3000 lebih embung di seluruh Indonesia. Semoga hal ini juga bisa mendorong pertambahan jumlah populasi capung kembali. 
Tapi gak cuma itu, kita juga harus ikut serta melestarikan capung. 
Caranya gimana?
Jangan buang sampah dan limbah ke sungai/danau. Buang sampah pada tempatnya ya. Juga jangan lupa untuk ikut serta melakukan penghijauan di sekitar lingkungan kita.
Pasti sangat menyenangkan bisa melihat capung lagi setiap saat. Bahkan anak cucu kita juga bisa menikmatinya. Jangan sampai capung menjadi hewan langka dan hanya tinggal cerita.


Sumber;
- mongabay dot co
- tribunnews
- youtube channel Presiden Jokowi
- bamboeroentjing dot com

8 komentar:

  1. Aku baru tahu mbak, capung sampai dicuri. Kalau musim kemarai tapi nggak pas kering banget gitu kayaknya banyak capung mbak. Dekat rumahku banyak tanah kosong dan banyak pula tanaman liar. Capung masih mampir ke tempat seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah senang bgt masih bisa lihat capung ya mb :)

      Hapus
  2. masih inget jaman dulu kecil sering banget yaa nemuin capung cantik di dket tanaman, namun sekarang sulitnyaa nemuin ini ya kak.. semoga semakin banyak lagi nanti ya kak

    BalasHapus
  3. Bener juga ya mbak di sini juga sudah jarang populasi capung. Tapi kemarin aku sempat lihat satu di teras

    BalasHapus
  4. Bener banget deh mba capung udah langka, terutama di Jakarta.
    Dulu waktu kecil ga cuma liat capung yang ijo doank, tapi masih berseliweran juga capung warna kuning, merah dan ada juga capung jarum (capung yang kecil banget). Emang alam itu bisa lestari atau tidak, tergantung manusia :-(

    BalasHapus
  5. waktu tinggal di Cibinong 10 tahun lalu masih banyak capung...itu aja kita kagum karena sebelumnya di JAkarta udah jarang liat capung

    BalasHapus
  6. this is good post! capung di kota metropolitan juga sudah jarang sekali terlihat.

    BalasHapus
  7. kalau di kampungku masih ada mba..ya walau nggak banyak dan nggak bergerombolan...tp masih ada satu2

    BalasHapus

* Komentar yang mengandung unsur SARA, provokasi, judi & pornoaksi tidak akan ditampilkan.
Terimakasih sudah memberikan komentar yang baik :)