Langsung ke konten utama

Totto-Chan



totto chan

Judul : Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela
Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 20, Februari 2016
Tebal Buku : 272 halaman ( hard cover )

Buku Totto-Chan berisi kisah nyata masa kecil Tetsuko Kuroyanagi di sebuah Sekolah Dasar yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang sangat humanis. Sangat memahami dan cinta anak-anak. Semakin menarik lagi karena buku ini bercerita menggunakan sudut pandang seorang anak SD yang sangat polos dalam melihat dunia kanak-kanaknya, orang tuanya, teman-temannya, gurunya, dan lingkungan bermainnya. 

Tetsuko (yang memiliki nama kecil Totto-chan), memulai kisahnya ketika ia dikeluarkan dari sebuah SD karena ulahnya memanggil pemusik jalanan ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Beruntung Totto-chan memiliki seorang ibu yang sangat bijaksana sehingga sang ibu memindahkannya ke SD lain tanpa memberitahukan Totto-chan alasan yang sebenarnya.
Dari sinilah kisah menarik mengenai metode pengajaran sekolah baru Totto-chan dimulai. SD baru Totto-chan yang bernama Tomoe, tidak sama seperti SD lainnya. Kegiatan belajat dilakukan di gerbong-gerbong kereta api yang ‘disulap’ menjadi kelas-kelas. Tidak hanya itu, sekolah ini juga menerapkan aturan di mana tiap anak dapat memilih sendiri susunan pelajaran mereka pada hari itu. Jika anak-anak memulai sekolah dengan pelajaran yang mereka senangi, tentu aktivitas belajar-mengajar akan lebih hidup dan menyenangkan.
Totto-chan menemukan kesenangannya di sekolah barunya ini. Pada awal masuknya ia ke sekolah ini, sang kepala sekolah yang juga jago bermusik Mr. Sosaku Kobayashi, bersedia mendengar cerita Totto-chan hingga empat jam ! Tidak hanya itu Mr. Kobayashi juga menerapkan cara pengajaran yang memancing bakat alamiah dari para siswanya, membiarkan anak-anak ini tumbuh dengan irama alam tanpa tekanan dan tuntutan orang dewasa yang membuat anak-anak merasa tertekan kala belajar.
Mr. Kobayashi menanamkan nilai-nilai moral, kemandirian, dan kepercayaan diri pada setiap murid-muridnya. Sang kepala sekolah membiasakan semua muridnya membawa bekal dari rumah dengan tema makanan “sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan” sebagai pelengkap nasi. Kegiatan belajar mengajar pun tidak dilakukan secara monoton di dalam ruang kelas tetapi juga dilakukan sambil berjalan-jalan. Dalam acara “jalan-jalan” tersebut, anak-anak pun mendapat pelajaran berharga tentang sains, sejarah, dan biologi sekaligus.

Kepala sekolah pandai memberi motivasi positif bagi para muridnya. Totto-chan yang sempat dikeluarkan dari sekolah lamanya, selalu diberi motivasi oleh kepala sekolah yang mengatakan, “Kau benar-benar anak baik, kau tahu itu, kan?” setiap berpapasan dengannya. Totto-chan pun segera menjawab, “Ya, aku memang anak baik” yang segera ia percayai. Kelak kata-kata kepala sekolah ini menjadi sangat berarti di sepanjang kehidupan Totto-chan. 

Totto-Chan sangat menikmati masa sekolahnya dengan teman-temannya. tapi keadaan menjadi sangat sulit ketika perang dunia berlangsung dan bom-bom mulai berjatuhan di Jepang. Pada suatu hari (tahun 1945) Tomoe terbakar. Banyak bom yang dijatuhkan pesawat pembom B29 menimpa gerbong-gerbong kereta api yang berfungsi sebagai ruang kelas. Yang mengejutkan, Mr. Kobayashi tetap tenang dan hanya berkata “Sekolah seperti apa yang akan kita bangun lagi?” pada kedua putra di sampingnya. Tak heran jika Tetsuko (Totto-chan) menulis bahwa kecintaan Mr. Kobayashi pada anak-anak dan ketulusannya dalam mengajar jauh lebih kuat daripada api yang membakar sekolahnya.

Yang bisa digarisbawahi dalam buku ini adalah pentingnya pendidikan yang membuat seorang anak belajar merasa nyaman dan senang, bukan karena tekanan kurikulum pendidikan yang memberatkan murid. 
Betapa senangnya bila anak sangat menikmati masa sekolah sesuai dengan usianya. Merasa bahagia dengan masa sekolahnya. 
Bukannya lebay, tapi coba deh baca buku ini. Teman-teman juga akan merasakan apa yang saya rasakan. Masa sekolah yang menyenangkan dan tawa bahagia ala Totto-Chan akan kita dengar.


Komentar

  1. Sering liat buku ini dir rak gramedia, ga nyangka ternyata isi nya bagus. Makasih review nya mba. Ntr mau beli jg aaah

    BalasHapus
  2. Aku tau buku ini, tp blm baca. Yg buku Toto Chan udah gedhe jg ada dan baru baca dikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah belum tahu kalau ada buku Totto Chan udah gede. Nanti saya coba cari ah :D

      Hapus
  3. Sejak tahun 2005 kala nda salah ya, sudah punya buku atau novel ini.

    BalasHapus
  4. Harus beli ini.. Masih ada gak ya di gramed...

    Makasih mbak reeviewnya.. Saya syuka saya syukaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata temanku masih ada mbak. Tapi saya belinya di toko.buku online :)

      Hapus
  5. Saya sebenarnya sering baca sih, kebanyakan tentang sejarah... Jarang banget baca Novel, kayaknya Totto Chan ini bisa dicoba :D

    BalasHapus
  6. Saya mengucapkan terima kasih atas reviewnya. Karena habis baca tulisan ini, saya beli Totto Chan, awalnya memang ragu. Ternyata isinya bagus banget. Benar-benar pendidikan yang menyenangkan.

    BalasHapus
  7. Aq juga suka bgd ma cerita ini

    BalasHapus
  8. Eh, gara2 baca buku ini, kala anak bikin kekacauan, saya berusaha menahan emosi dan berusaha cuma ngomong, 'nanti kalo sudah selesai, dibereskan seperti semula, ya, Nak.'. Padahal dalam hati udah panas membarah!

    Waktu nyuapin anak juga jadi suka nyanyi-nyanyi, 'kunyah kunyahlah.... kunyah kunyahlah....' hahahahaha.....

    Andai Pak Kobayashi masih hidup, banyak banget pertanyaan yg pengen saya ajuin ke beliau. Ish, pokoknya ngefans lah sama pak Kepseknya Tottochan ini. Hihihihiihi...

    Oiya, saya pertama kali baca novel ini waktu masih SD. Bukunya masih pake ejaan lama, dapet dari dipinjemi temen. Sekarang saya sudah punya bukunyabyang terbitan Gramedia tapi yang cetakan ke berapa ya. Pokoknya yg masih soft cover. ��

    terima kasih sudah menulis tokoh idola saya di blognya, Mbak.

    Salam

    BalasHapus
  9. Saya juga suka dengan buku Toto-chan. Isinya kereeeeen. Buku yang recomended tuk dibaca 😍😍😍

    BalasHapus
  10. udah selesai baca part one nya...keren bgt isisnya, byk bgt pelajaran berharga yg didapaet dari bagaiman cara didik Mr.Kobayashi, si tetsukonya sendiri yg pemberani, care sama tmn2nya.. Mungkin skg gak ada lagi ato jarang akan ditemukan sekolah seperti Tomoe Gakuen.

    skg sy lagi baca part 2 nya...yg belum baca monggo dibeli bukunya di gramedia. heeeee

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.

Postingan populer dari blog ini

GiveAway Nyam Nyam

Bismilahiromanhirohim.. Memberanikan diri menggelar GiveAway kecil2an bertepatan di hari ulang tahunku yang kee.. kasih tahu gak yaa.. #kumat lebayy haha.. Berhubung aku suka masak kali ini temanya yang berhubungan sama makanan. Syaratnya gampang banget.. 1. Cewek ato cowok boleh ikutan di GA ini. 2. Bikin postingan tentang pengalaman memasakmu yang seru & berkesan. Boleh berkesan karena berhasil ato karena gagal hehe.. 3. Panjang  postingan bebas. Disertakan foto lebih seru & mengundang selera..hhmm.. 4. Tidak menggunakan bahasa alay & tidak mengandung SARA. 5. Dibawah postingan tuliskan "Tulisan ini diikutsertakan dalam "GiveAway Nyam Nyam Enny Mamito" ( link hidup ).

8 Oleh-oleh Khas Kota Kediri yang Wajib dibawa Pulang

Foto Koran Memo Setiap daerah atau kota pasti punya oleh-oleh khas yang biasa dijadikan oleh-oleh setiap berkunjung ke kota tersebut. Begitu juga kalau teman-teman sedang mengunjungi Kota Kediri, ada oleh-oleh yang wajib dicoba, lho. Buat yang belum tahu, Kota Kediri adalah kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kota Malang. Dengan jarak terpaut kurang lebih 130 km dari Provinsi Jawa Timur. Kota yang dijuluki Kota Paling Bahagia ini, berada di barat daya dari pusat Kota Surabaya. Meskipun jauh, tetapi Kediri cukup terkenal. Selain menjadi kota terbesar ketiga, Kota Kediri juga menjadi kota tertua ketiga di Indonesia. Hal ini berdasarkan prasasti Kwak, Kota Kediri telah ada sejak 27 Juli 879 Masehi. Ada banyak sekali pilihan oleh-oleh khas kota kelahiranku ini.  Berikut beberapa rekomendasi oleh-oleh Kota Kediri yang wajib dicoba kalau sedang liburan di Kediri: 1. Tahu Takwa Tahu takwa adalah kuliner khas Kediri yang paling terkenal dan disukai banyak...

Masa Kecilku

Beberapa hari pengen bikin postingan baru tapi lagi gak ada ide. Plus sakit punggung sampe beberapa hari sakit banget buat duduk & aktivitas lain susah. Alhamdulillah papito termasuk suami siaga tiap pulang kerja masih menyempatkan mijitin punggung istrinya yang cantik ini.. #gubraakkk.. :D Alhasil beberapa hari ini cuma repost aja dari blog lama. Nah sekarang aku pengen cerita masa kecilku aja yaa.. Aku lahir dan menghabiskan masa kecilku di kota Kediri, Jawa Timur. Aku anak bungsu dari empat bersaudara, punya 2 kakak cowok & 1 kakak cewek Terus terang aja deh waktu kecil aku termasuk bandel. Biasa deh anak bontot pengennya dimanja & diperhatiin terus.

Review Drama Jepang Meet Me After School: Kisah Cinta yang Manis, Rumit, dan Menghangatkan Hati

Mana, nih suaranya penggemar Drama Jepang?  Sudah nonton Meet Me After School? Beberapa hari lalu aku baru menyelesaikan JDrama yang tayang tahun 2018 ini. Walaupun bukan drama baru, tapi Meet Me After School masih asyik untuk ditonton. Meet Me After School atau Chugakusei Nikki adalah salah satu drama yang sempat ramai dibicarakan karena mengangkat tema cinta terlarang antara guru dan murid, namun dikemas dengan cara yang lembut, emosional, dan jauh dari kesan sensasional.  Drama ini menghadirkan perjalanan cinta yang tumbuh perlahan, penuh dilema, tapi tetap hangat di hati. Kalau teman-teman suka drama romantis yang emosinya halus, visualnya cantik, dan punya karakter yang kuat, drama ini wajib masuk daftar tontonan. Cinta yang Tidak Seharusnya, Tapi Sulit Dihindari Meet Me After School bercerita tentang Hijiri Suenaga (Arimura Kasumi), guru baru yang penuh semangat, dan muridnya, Akira Kurosawa (Kenshi Okada), siswa yang pendiam, keras kepala namun sangat peka perasaan . ...

Mata Kering Bisa Bikin Drama, Atasi dengan Insto Dry Eyes Saja!

Menekuni dunia blogger adalah hal yang sangat menyenangkan buatku, karena sejak kecil aku memang suka menulis.  Aku menulis berbagai hal yang aku suka, mulai kejadian sehari-hari, review makanan, film dan masih banyak lagi. Tak bisa dipungkiri menatap layar laptop atau handphone dalam waktu yang lama membuat mataku gak enak banget rasanya. Gejala yang kurasakan seperti mata pegal, mata sepet dan mata kering sering muncul akibat aktivitasku yang sering berhadapan dengan gadget. Ya gimana sih, kadang niat mau mengerjakan artikel jadi scrolling media sosial sampai berjam-jam. Lihat video masak, musik sampai tayangan komedi. Teman-teman ada yang gitu juga gak? Gara-gara mata kering ini pekerjaanku jadi tertunda, tak bisa diselesaikan tepat waktu. Mata kering serta mata pegel membuatku tak kuat menatap layar gadget terlalu lama. Setelah aku cari tahu ternyata kondisi ini merupakan gejala dari sindrom mata kering (dry eye syndrome).  Dikutip dari Alodokter, sindrom mata kering adala...