Persamaan dalam Perbedaan



Tanggal 1 Juni lalu diperingati sebagai hari lahir Pancasila dan dicanangkan sebagai Pekan Pancasila. Masih ingat kan teman-teman ada yang mengganti foto profil bertuliskan Saya Indonesia Saya Pancasila! Seperti foto saya ini. 

Iyes saya juga mengganti foto profil saya di Facebook dan Twitter sebagai salah satu bentuk dukungan saya terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Lebay? Gak. Karena memang saya lahir dan tinggal di Indonesia, dan memang cuma Pancasila yang cocok sebagai dasar negara di Indonesia yang mempunyai keragaman budaya, agama, suku dll. 

Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni pada tahun ini ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional. Penetapan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 24 Tahun 2016 tertanggal 1 Juni 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Meskipun Hari Lahir Pancasila sekarang sesungguhnya merupakan peringatan yang ke 72, tetapi peringatannya secara Nasional baru tahun ini.

Saya menyayangkan sekali ketika beberapa teman malah nyinyir ketika teman-teman lain antusias dengan dicanangkan hari lahir Pancasila tahun ini. 

Ketika dia bilang.."lo kemana aja baru bilang saya Pancasila saya Indonesia? Gue dari dulu sudah cinta Indonesia dan gak perlu koar-koar bilang saya Pancasila saya Indonesia sampai ganti foto Profil segala..."
Mungkin dia tertidur saat beberapa kelompok menyuarakan anti Pancasila akhir-akhir ini, dan berniat mengganti ideologi negara. Mungkin dia merasa sudah paling cinta Indonesia hingga harus meremehkan teman-teman yang berusaha "bangun" dan saling mengingatkan bahwa kita punya Pancasila dan kita tetap harus cinta Indonesia.
Buka mata buka hati apa yang terjadi di Indonesia saat ini. 

               

Tahu gak kalau Indonesia memiliki 17.508 pulau, 1.128 suku bangsa dan 748 bahasa daerah? Itu membuat Indonesia semakin kaya selain sumber daya alamnya, dan menjadi ciri khas yang unik dibanding negara lainnya di dunia.

Bahkan dengan angka tersebut Indonesia ditetapkan sebagai negara dengan jumlah suku bangsa terbanyak di dunia. Wah keren yaa. Kalau saya sih bangga banget jadi orang Indonesia. 
Sejak dulu Indonesia memang dikenal dengan keberagamannya. Ketika akhir-akhir ini ada yang meniupkan isu SARA untuk mengoyak persatuan bangsa, itu sangat disayangkan.
Eh saya gak ngomongin politik ini ya. Saya hanya ingin mengemukakan pandangan saya sebagai warga negara Indonesia yang cinta tanah air.

Menurut saya setiap orang di dunia termasuk Indonesia memang dilahirkan berbeda satu dengan yang lainnya. Wajah beda, bentuk badan beda. Ntar kalau sama semua kamu gak bisa bedain saya sama Dian Sastro dong *ehh

Gak ada masalah dari dulu, biasa aja. Makanya saya heran banget kalau ada kelompok tertentu yang meniupkan perpecahan atas nama agama.
Bukankah semua agama mengajarkan kebaikan dan cinta kasih kepada sesama juga makhluk Tuhan lainnya?
Lalu kenapa hanya kebencian dan merasa paling benar yang memenuhi kepala? 
Kalau cuma ngurusin perbedaan melulu, jadi lupa persamaan yang mendasar dan nyata. Dih kok bisa? Apanya yang sama?
Kita sama-sama ciptaan Tuhan dan sama-sama orang Indonesia.

Perbedaan bukan untuk diperdebatkan dan dijadikan bahan pertengkaran. Tapi perbedaan seharusnya membuat kita bangga dan semakin cinta Indonesia, karena itu membuat Indonesia semakin kaya dan penuh warna.
Jangan lagi meributkan perbedaan yang seharusnya memang gak perlu diributkan. Kalau ribut melulu kita jadi gak sempat berkarya untuk Indonesia.

Yuk sama-sama belajar saling menghargai, mencintai dan terus berkarya untuk Indonesia. Supaya Indonesia menjadi negara yang aman, damai, sejahtera dan bisa bersaing dengan negara maju lainnya. 




10 komentar:

  1. Ga papa mak Enny hempaskan orang-orang yang nyinyir itu mereka kurang piknik 😂😂😂
    .
    Karena perbedaan itu indahh dan mereka ga paham itu..Salam Pancasila 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kadang merasa aneh kalau baca nyinyir2 gitu hihii..
      Salam Pancasila :*

      Hapus
  2. perbedaan yg membuaa dan toleransi itu itu indah, semoga kedepannya masyarakat bisa menegakkan Pancasila, amiin

    BalasHapus
  3. Saya Indonesia, saya Pancasila
    .
    .
    Aku padamu mbak Enny :)

    BalasHapus
  4. Perbedaan jadi menonjol karena dibicarakan terus medsos. Padahal kalau dijalani saja sebagai warga ya biasa2 aja tu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak..sebenarnya memang biasa2 aja. Tapi ada yang sebagian merasa 'luar biasa' :))

      Hapus
    2. Rindu perdamaian ya mba, seperti dulu Indonesia yang terkenal dengan rasa toleransi yang luar biasa.

      Hapus
    3. Iya mak, semoga Indonesia selalu rukun dan damai ya aamiin..

      Hapus

* Komentar yang mengandung unsur SARA, provokasi, judi & pornoaksi tidak akan ditampilkan.
Terimakasih sudah memberikan komentar yang baik :)