In This Economy: Cara Ibu Rumah Tangga Tetap Waras dan Bahagia di Tengah Harga Kebutuhan yang Makin Mahal



“Kok sekarang belanja segini cuma dapat sedikit, ya?”

Kalau kamu seorang ibu rumah tangga, mungkin kalimat ini sudah tidak asing lagi.
Harga beras, telur, sayur, minyak, kebutuhan mandi, sampai berbagai kebutuhan kecil lainnya terasa semakin mahal. Belum lagi kalau tiba-tiba ada kebutuhan keluarga yang datang di luar rencana.
Kita pun mulai berhitung lebih sering.
Mana yang harus dibeli, mana yang bisa ditunda, dan mana yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

In this economy, menjadi ibu rumah tangga memang membutuhkan banyak akal.
Tapi ada satu hal yang menurutku juga penting untuk dibicarakan: bagaimana kita tetap waras dan bahagia ketika keadaan ekonomi sedang tidak mudah?
Karena mengurus rumah tangga bukan hanya soal bagaimana uang cukup sampai akhir bulan.
Kita juga perlu memastikan bahwa orang yang mengurus semuanya, yaitu ibu, tetap baik-baik saja.


Tidak Perlu Merasa Bersalah Ketika Uang Belanja Cepat Habis

Kadang kita sudah merasa mengatur uang sebaik mungkin.
Sudah membuat daftar belanja. Sudah memilih barang yang lebih murah. Sudah berusaha tidak membeli sesuatu yang tidak perlu.
Tetapi ketika sampai di kasir, total belanja tetap membuat kita menarik napas panjang.

Kalau mengalaminya, jangan langsung menyalahkan diri sendiri.
Bukan berarti kita tidak pandai mengatur keuangan rumah tangga.
Memang ada banyak kebutuhan yang harganya berubah. Yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri semampunya.
Kita tidak harus menjadi ibu rumah tangga yang selalu sempurna dalam mengatur semuanya.

Cukup menjadi ibu yang terus berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan.


Hidup Hemat Bukan Berarti Tidak Boleh Bahagia

Ketika harga kebutuhan makin mahal, berhemat memang menjadi pilihan yang masuk akal.

Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana.
Membuat daftar belanja, memasak dari bahan yang tersedia di rumah, membawa bekal, mengurangi makanan yang terbuang, atau berpikir ulang sebelum membeli sesuatu.

Tetapi hemat bukan berarti kita tidak boleh menikmati hidup.
Sesekali membeli buku, menikmati kopi atau teh kesukaan di rumah, membeli skincare yang memang dibutuhkan, atau membeli makanan yang kita sukai juga tidak salah.

Selama sesuai kemampuan.

Karena hidup hemat seharusnya membuat kita lebih tenang, bukan membuat kita merasa tidak boleh bahagia.


Jangan Lupa Menjaga Kesehatan

Ada satu kebiasaan yang sering dilakukan ibu rumah tangga: mendahulukan semua orang dan menempatkan diri sendiri paling belakang.

Anak sudah makan, suami sudah makan, pekerjaan rumah selesai, baru kemudian kita ingat bahwa sejak tadi belum makan dengan benar.
Atau tubuh sudah lelah, tetapi kita masih memaksakan diri menyelesaikan semua pekerjaan.
Padahal kita juga punya batas.

Menjaga kesehatan tidak harus selalu mahal.

Makan cukup, minum air putih, tidur dan beristirahat ketika ada kesempatan, serta meluangkan sedikit waktu untuk bergerak adalah bentuk perhatian sederhana kepada diri sendiri.

Ibu yang sehat juga merupakan bagian penting dari keluarga yang sehat.

Jadi, merawat diri bukan tindakan egois.


Tidak Perlu Membandingkan Kehidupan Kita dengan Orang Lain

Media sosial kadang membuat hidup orang lain terlihat begitu sempurna.

Ada yang makan di restoran, liburan, membeli barang baru, merenovasi rumah, atau sekadar menunjukkan belanja mingguannya.
Tanpa sadar kita mulai membandingkan.

Padahal kita tidak pernah benar-benar tahu cerita lengkap di balik kehidupan orang lain.
Setiap keluarga memiliki kondisi, kebutuhan, dan prioritas yang berbeda.

Jadi, tidak apa-apa kalau saat ini prioritas kita adalah memastikan kebutuhan rumah terpenuhi.

Tidak apa-apa kalau belum bisa liburan.
Tidak apa-apa kalau belum bisa membeli barang yang sedang diinginkan.

Hidup sederhana bukan berarti hidup kita lebih rendah dari orang lain.


Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Waktu untuk Diri Sendiri

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti seluruh waktu kita harus diberikan kepada keluarga.

Kita tetap seorang perempuan.

Kita punya kesukaan, impian, rasa ingin tahu, dan hal-hal kecil yang membuat kita bahagia.
Mungkin kita suka membaca.
Mungkin senang menulis, berkebun, memasak, membuat kerajinan, menonton drama, berjalan pagi, atau sekadar duduk menikmati teh dalam suasana tenang.

Tidak harus mahal.
Tidak harus pergi jauh.

Yang penting ada waktu ketika kita bisa berhenti sebentar dan berkata,

“Sekarang aku mau menikmati waktuku.”

Karena istirahat bukan berarti malas.
Dan menikmati sesuatu bukan berarti boros.


Tetap Belajar dan Bertumbuh

Menjadi ibu rumah tangga juga bukan berarti kita berhenti belajar.
Kalau ada waktu dan kesempatan, kita bisa mempelajari hal-hal baru.
Tidak harus mengikuti kursus mahal.
Membaca buku, menonton video pembelajaran, mengikuti komunitas, belajar dari internet, atau mencoba keterampilan baru juga bisa menjadi cara untuk terus bertumbuh.
Belajar menulis, membuat konten, memasak, berkebun, menggunakan media sosial, atau mengembangkan hobi yang selama ini kita sukai.

Siapa tahu, sesuatu yang awalnya hanya dilakukan untuk mengisi waktu suatu hari bisa menjadi peluang baru.

Tetapi tidak perlu menjadikan ini sebagai tekanan baru.

Belajar juga boleh dilakukan pelan-pelan.

Tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh.


Bahagia Tidak Harus Mahal

Mungkin ini bagian yang paling ingin aku ingatkan kepada diri sendiri.

Kita memang membutuhkan uang untuk menjalani kehidupan.
Tetapi tidak semua kebahagiaan harus dibeli dengan uang.

Secangkir teh hangat di sore hari.
Makan bersama keluarga.
Membaca beberapa halaman buku.
Menonton drama favorit setelah pekerjaan selesai.
Mengobrol dengan pasangan.
Mendengar cerita anak.
Atau sekadar duduk sebentar menikmati rumah yang sedang tenang.

Semuanya sederhana.

Tetapi bukankah kebahagiaan memang sering datang dari hal-hal kecil yang tidak kita rencanakan?

Jadi, jangan menunggu punya banyak uang untuk merasa bahagia.

Kita boleh bahagia hari ini, dengan apa yang kita punya.


In This Economy, Jangan Lupa Menjaga Diri

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan harga beras.
Tidak bisa menentukan harga telur atau sayuran.
Tidak bisa membuat semua kebutuhan menjadi murah.

Tetapi kita masih bisa belajar mengatur hal-hal yang ada dalam kendali kita.
Mengatur pengeluaran semampunya.
Mengurangi pemborosan.
Menjaga kesehatan.
Mengurangi kebiasaan membandingkan diri.
Memberi waktu untuk beristirahat.

Dan yang paling penting, memberi izin kepada diri sendiri untuk tetap bahagia.

Menjadi ibu rumah tangga di tengah harga kebutuhan yang makin mahal bukan tentang siapa yang paling pintar berhemat.
Kadang, ini juga tentang bagaimana kita tetap bisa menjalani hari tanpa kehilangan diri sendiri.

Jadi kalau hari ini belanja terasa lebih mahal dari biasanya, tarik napas sebentar.
Tidak perlu menyelesaikan semuanya sekaligus.
Kita sedang berusaha.
Dan itu sudah cukup baik.

In this economy, mungkin kita memang harus lebih pintar mengatur uang.
Tapi jangan lupa, kita juga perlu pintar menjaga hati 💜


0 comments

Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.