Langsung ke konten utama

Yuuk Jadi Orang Tua Asuh..



Bagi teman-teman yang ingin membantu anak-anak putus sekolah karena kurang biaya (dhuafa) bisa menyalurkan bantuannya melalui program PINTAR Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

PROGRAM PINTAR


Beasiswa Pintar
Program yang bertujuan untuk mengurangi angka putus sekolah dengan memberi beasiswa kepada anak usia sekolah (SD, SMP dan SMA) yang berprestasi dari keluarga kurang mampu (dhuafa). Selain pemberian beasiswa, anak asuh juga mendapatkan pembinaan keIslaman secara berkala.

Sekolah Pintar
Program pemberian bantuan secara gratis untuk biaya pendidikan tingakt pra sekolah dasar  (tingkat PAUD dan TK) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (dhuafa).

Guru Pintar
Program Guru Pintar merupakan program pemberian bantuan insentif untuk guru di lembaga pendidikan Islam yang memiliki kemampuan lebih atau berprestasi serta kurang mampu dari sisi ekonomi.

Untuk donasi yang disalurkan tiap bulan sebagai berikut (per anak ):

SD Rp. 25.000
SMP Rp. 35.000
SMA Rp. 50.000

Untuk orang tua asuh akan ada laporan penerima beasiswa / anak asuhnya.
Info lengkap bisa hubungi perwakilan kantor Lembaga Manajemen Infaq / LMI tiap kota (seluruh Jawa Timur ) atau via web LMI di http://www.lmizakat.org

Siapa yang ingin menjadi orang tua asuh ?..tak harus mahal untuk menjadi orang tua asuh.. :)


( sumber web LMI dan LMI Mlg )


Komentar

  1. untuk sekarang saya belum bisa menyumbang, semoga di hari ke depannya saya bisa bersedekah seperti ini.

    BalasHapus
  2. wah, terjangkau ya, bun. semoga nanti bisa ikutan juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih mb ila..smg tambah berkah ya..amiinn..

      Hapus
  3. Alhamdulillah, saya dan keluarga di rumah sudah rajin ikut serta menjadi donatur TPQ dan Panti asuhan di desa saya

    mari sedikit berbagi untuk sesama

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ya mas imam..smg penuh berkah..aamiinn..

      Hapus
  4. mudah2an banyak yang mau ikutan program ini ya mbak. Mbak Enny maaf ya aku baru bisa berkunjung

    BalasHapus
  5. Kebetulan istri juga punya anak asuh, ada yang SMP dan ada yang sudah SMA.

    BalasHapus
  6. Mudah-mudahan rejeki saya diberi mudah dan lancar sehingga bisa ikut, Mbak Enny :)

    BalasHapus
  7. subhanallah, ternyata untuk memberi sumbangsih terhadap kemanusian ndak mahal yah... 25 ribu juga bisa, harganya tidak jauh beda dengan tiket sekali nonton bola.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb..gak mahal tp insyaallah bermanfaat buat orang lain.. :)

      Hapus

  8. boleh mbak saya mau yg SMA aja, gmna caranya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa langsung mengubungi kantor LMI terdekat diseluruh kota di jawa timur. Mb annur tinggal di kota mana mb?.nanti kukasih no.telp & almt kantor LMI yg deket tmpt tinggal mb annur. Akan ada petugas dr LMI yg menjemput donasinya atau bisa transfer jg bisa.

      Alamat kantor pusat LMI :
      Komplek Ruko Taman Intan Nginden
      Jl. Nginden Intan Raya 12 Surabaya
      Telp. 031 599 8484 | Hotline. 031 70484848

      atau mb annur juga bisa sms aku di 081335393333, nanti kuhubungkan dgn petugas LMI.
      trimakasih mb annur :)

      Hapus
  9. semangat..... saya malah di panti asuhan...

    oh ya, saya sedang mengikuti lomba, mohon dukungan untuk like, komentar, atau bisa share foto saya disini terima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :)
Jangan lupa tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan. Semua komentar yang masuk dimoderasi, komentar spam dan link hidup tidak akan ditampilkan.
Terima kasih.

Postingan populer dari blog ini

2nd Giveaway Enny Mamito

Assalamualaikum sahabat blogger, Untuk kedua kalinya aku bikin Giveaway dalam rangka 3 tahun aku ngeblog di blogspot. Sebenarnya Maret kemarin tepat 3 tahun aku ngeblog, tapi karena lagi sok sibuk, jadi tertunda sampai sekarang. Buat sahabat blogger yang mau ikutan, caranya gampang banget : - tentu saja sahabat harus punya blog ya.. - follow blog Pelangiku. Boleh juga via Networked Blogs (gak wajib follow). - buat yang punya akun twitter follow twitterku @enny_bundazidan (gak wajib). - klik Like fanpage Enny Mamito di facebook (gak wajib juga ^_^ ) - buat sebuah postingan pendek (panjang juga boleh) tentang blogku ini. Tulisan berisi postingan favorit di blog ini dan alasannya. Juga jangan lupa saran & kritik untuk kemajuan blog ini yaa.. - alamat peserta/pemenang harus alamat di Indonesia (untuk pengiriman hadiah). - pasang banner 2nd Giveaway Enny Mamito di akhir postingan dan tulisan Yuuk ikutan 2nd Giveaway Enny Mamito , link diarahkan ke postingan ini.

8 Oleh-oleh Khas Kota Kediri yang Wajib dibawa Pulang

Foto Koran Memo Setiap daerah atau kota pasti punya oleh-oleh khas yang biasa dijadikan oleh-oleh setiap berkunjung ke kota tersebut. Begitu juga kalau teman-teman sedang mengunjungi Kota Kediri, ada oleh-oleh yang wajib dicoba, lho. Buat yang belum tahu, Kota Kediri adalah kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kota Malang. Dengan jarak terpaut kurang lebih 130 km dari Provinsi Jawa Timur. Kota yang dijuluki Kota Paling Bahagia ini, berada di barat daya dari pusat Kota Surabaya. Meskipun jauh, tetapi Kediri cukup terkenal. Selain menjadi kota terbesar ketiga, Kota Kediri juga menjadi kota tertua ketiga di Indonesia. Hal ini berdasarkan prasasti Kwak, Kota Kediri telah ada sejak 27 Juli 879 Masehi. Ada banyak sekali pilihan oleh-oleh khas kota kelahiranku ini.  Berikut beberapa rekomendasi oleh-oleh Kota Kediri yang wajib dicoba kalau sedang liburan di Kediri: 1. Tahu Takwa Tahu takwa adalah kuliner khas Kediri yang paling terkenal dan disukai banyak...

Masa Kecilku

Beberapa hari pengen bikin postingan baru tapi lagi gak ada ide. Plus sakit punggung sampe beberapa hari sakit banget buat duduk & aktivitas lain susah. Alhamdulillah papito termasuk suami siaga tiap pulang kerja masih menyempatkan mijitin punggung istrinya yang cantik ini.. #gubraakkk.. :D Alhasil beberapa hari ini cuma repost aja dari blog lama. Nah sekarang aku pengen cerita masa kecilku aja yaa.. Aku lahir dan menghabiskan masa kecilku di kota Kediri, Jawa Timur. Aku anak bungsu dari empat bersaudara, punya 2 kakak cowok & 1 kakak cewek Terus terang aja deh waktu kecil aku termasuk bandel. Biasa deh anak bontot pengennya dimanja & diperhatiin terus.

Sering Disangka Hewan yang Sama, Ini Perbedaan Tupai dan Bajing

Tupai & Bajing (credit: Rumah Budidaya) Beberapa bulan lalu, aku dan suami ke Malang menjemput anakku yang kuliah di sana mau liburan panjang pulang ke Kediri. Rencananya kami pulang siang, jadi pagi mau jalan-jalan dulu di kampus UB. Kebetulan tempat kost anakku tak jauh dari kampusnya, Universitas Brawijaya. Jalan kaki hanya sekitar 5 menit saja. Buat yang sudah pernah ke UB pasti tau ya kalau kampus ini adem banget karena banyak pohon-pohon besar di sana. Bahkan bisa dibilang sangat rindang. Jadi kalau aku ke Malang biasanya Minggu pagi suka jalan-jalan di situ sambil duduk-duduk menikmati sejuknya pagi.  Tak hanya adem, tapi di situ kita juga bisa ketemu kucing-kucing liar yang jinak dan lucu-lucu.  Bahkan hari itu setelah sekian tahun yang lalu, aku bertemu hewan pohon yang sudah lama tak aku jumpai.  Aku ketemu tupai pohon! Ya ampun gitu aja kok happy ya, hahaha .. Sebelum pagi itu, aku melihat hewan pohon ini waktu aku kecil dulu. Karena waktu itu deket rumahku...

Berbeda Jumlah Tanda Tanya, ternyata Beda Makna

credit:pngtree Beberapa waktu lalu  viral di media sosial cerita seorang perempuan yang ditegur atasannya karena sebuah pesan yang dikirimnya via WhatsApp. Dalam pesannya itu, dia menuliskan tanda tanya sebanyak dua kali pada satu kalimat. "Ini dibuat desain atapnya juga kah pak atau bagaimana ya??" tanya perempuan tersebut dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial. Kemudian atasannya membalas pesan perempuan itu dengan menulis, "Kalau tanya, '?' cukup sekali aja ya, kalau 2x '??' nanti konteks atau konotasinya bisa berbeda.” Postingan pada akun instagram @folkative itu menuai beragam tanggapan dari netizen dan disukai oleh lebih dari 460.000 orang. Ada banyak netizen yang baru mengetahui bahwa jumlah tanda tanya memiliki arti yang berbeda-beda dan menanggapi postif postingan tersebut, karena mengedukasi dan memberikan pengetahuan. Tapi banyak juga netizen yang menanggapi dengan candaan karena memang sampai saat ini belum ada pakem yang mengatur...